Sabtu, 01 Juni 2013

about me

Hai semua....
namaku Irma Khoirul Ummah, aku berasal dari Banyuwangi-Jawa Timur, aku lahir di Banyuwangi tanggal 28 Juli 1993, Ayahku bernama Muhasim, dan Ibuku bernama Zaenab. aku memiliki seorang kakak bernama Elok Rufaiqoh, di sekarang mau melanjutkan studi S2 nya di STAIN Jember:D

Riwayat pendidikan
TK   : TK Nurul Huda - Genteng
SD  : MI Nurul Huda - Genteng
SMP  : SMPN 1 Genteng
SMA  : SMAN 1 Genteng
dan sekarang aq melanjutkan pendidikanku di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan prodi pendidikan matematika di Universitas jember
 

udah dulu ya teman-teman,,,kapan-kapan disambung lagi....hehehe

PTI



UJIAN TENGAH SEMESTER
Mata Kuliah Pengantar Teknologi Informasi (Kelas M)
Senin Pukul 12.30-14.00 di Ruang 26-35D 212









Oleh:
Irma Khoirul Ummah            (120210101007)


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
Semester Genap 2012 – 2013

Lalat

LALAT, Sehina Itukah Dia, atau Dia Lebih Mulia Dari Itu?
Oleh: H. Muhammad Widus Sempo, MA

Ilustrasi (Sunaryo Tandi)
Tidak ada entitas kehidupan yang tercipta sia-sia. Sadar akan hal ini, penulis berupaya menyuguhkan tulisan singkat tentang hakikat penciptaan lalat. Makhluk lemah ini sering kali dituding oleh sebagian dari mereka sebagai serangga pembawa sial, kuman penyakit, dan hewan yang cukup mengganggu. Akan tetapi, pernahkah mereka memikirkan hakikat penciptaannya?
Hampir semua jenis serangga, termasuk lalat, tidak terlihat di musim dingin, mereka nantinya muncul beterbangan di awal musim semi, tetapi sebagian dari mereka, seperti lalat hijau telah menampakkan diri di penghujung musim dingin. Tentunya, fenomena seperti ini membangkitkan selera tanya pemerhati yang berkata: “rahasia apa lagi di balik fenomena ini? Apakah di sana ada pesan-pesan kehidupan untuk manusia?”
Siklus kehidupan seperti ini menunjukkan kesempurnaan penciptaan Allah SWT. Mereka seperti bala tentara Allah yang menyeru dan berkata: “wahai manusia, khalifah Allah, jangan pernah melihat aku

Kamis, 30 Mei 2013

Matematika Alam Semesta: Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an

Oleh: Arifin Muftie
Benarkah Bilangan Prima Merupakan Bahasa Universal Alam Semesta?
Bilangan prima dalam matematika diyakini merupakan salah satu misteri alam semesta, karena hingga era komputer sekarang ini pun, ia banyak dimanfaatkan sebagai sistem kodetifikasi (pengkodean, penyandian) berbagai hal yang penting dan rahasia. Di alam semesta, ia “diduga” menjadi bahasa universal yang dapat dipahami oleh semua makhluk berkecerdasan tinggi dan dipakai sebagai komunikasi dasar antar mereka. Bahkan sejak dahulu, sebagian ilmuwan meyakini adanya hubungan erat bilangan prima dengan desain kosmos.
Berdasarkan kajian mutakhir atas al-Qur’an, ditemukan bahwa Sang Pencipta al-Qur’an dan Alam Semesta menjaga dan memelihara Kitab Mulia ini, antara lain, dengan sistem kodetifikasi berbasis bilangan prima. Dengan memanfaatkan temuan sains modern dan kajian mutakhir para ilmuwan Muslim terhadap al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca menangkap isyarat-isyarat al-Qur’an yang tersembunyi dalam kodetifikasi bilangan prima.
Kodetifikasi Bilangan Prima dalam Al-Qur’an
Mufasir modern sepakat bahwa al-Qur’an dalam penggambarannya sangat istimewa, karena struktur sistematikanya matematis.

Selasa, 28 Mei 2013

Tokoh

7 Tokoh Penemu Teori Matematika
1. Thales (624-550 SM)
 
Matematikawan pertama yang merumuskan teorema atau proposisi, tradisi ini menjadi lebih jelas setelah dijabarkan oleh Euclid.
 
2. Pythagoras (582-496 SM)

Senin, 27 Mei 2013

KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN REMAJA



Description: images12.jpg
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN REMAJA
DAN MANFAATNYA BAGI PENDIDIK
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik
Selasa Pukul 16.00-18.00 di Ruang 07





Oleh:
Nama   :   Irma Khoirul Ummah
NIM    :  120210101007
Kelas   :  D

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
Semester Genap 2012 – 2013

Sabtu, 18 Mei 2013

Sejarah Matematika



Kata “matematika” berasal dari kata μάθημα (máthema)  dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan, atau belajar” juga μαθηματικός (mathematikós) yang diartikan sebagai “suka belajar ilmu matematika telah banyak dikenal orang pada masa pra sejarah. Banyak ditemukan berbagai tulisan matematika di berbagai wilayah yang merupakan sisa peninggalan zaman prasejarah, di antaranya :
a) matematika Babilonia tahun 1900 SM, ditemukan oleh Plimpton;
b) matematika Moskow di Mesir tahun 1850 SM;
c) matematika Rhind di Mesir tahun 1650 SM;
d) sulbha sutra / matematika India tahun 800 SM.
Matematika tumbuh dan berkembang karena proses berpikir. Oleh karena itu logika merupakan dasar untuk terbentuknya matematika. Logika adalah bayi matematika, sebaliknya matematika adalah masa dewasa logika.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...